Seorang Pendebat Syiah di Forum Dunia Maya (Wasil) Bertaubat dan Kembali Menjadi Sunni

Seorang Pendebat Syiah di Forum Dunia Maya (Wasil) Bertaubat dan Kembali Menjadi Sunni

Dia adalah Wasil atau Walid (1). Di forum, dia berdiskusi dengan salah seorang sunni yang bernama Farid. Mereka berdua dikenal keilmuannya di dalam ilmu hadist. Tema yang diangkat pada diskusi itu adalah tentang Abu Hurairah (perawi sunni) Vs Ibrahim bin Hashim Al-Qummi (perawi syiah). Kedua perawi ini banyak meriwayatkan hadist yang banyak terdapat di kitab hadist sunni dan syiah. Diskusi tersebut dimulai pada tanggal 11 agustus 2011 dan berakhir pada tanggal 8 desember 2011. Diskusi dapat dilihat di Munazara: Farid vs Wasil (Walid) Most Significant Narrator: Abu Huraira vs Ibrahim bin Hashim Al-Qumm

Berikut ini adalah kutipan pernyataan taubat wasil saat berdiskusi dengan Hani, salah seorang anggota di forum tersebut. Hani mengatakan bahwa kutipan ini ia sampaikan dengan seizin wasil:

…two things pushed me away from them, one is more important than the other:

1-They lie even to their closest friends, and I found out a bit too late that my best friends who were Shia were lying to me the whole time, and we had a fight, and they insulted everything I hold dear to me and I couldn’t defend my religion because I was clueless at the time.

2-The extreme sadness and hatred in their Madhab, which is reflected in their hearts and attitudes towards us, I can’t believe that this beautiful religion can produce such great deep hatred, I thought to myself this can’t possibly have come from Allah.

^ these were two things I noticed in the beginning, two other main things that I noticed recently are:

1-Takfeer, I’ve never seen a sect in my life who has made this much Takfeer on people (Even against other Shia who are supposedly loyal to Ahlul-Bayt).

2-To be honest not much difference between the concept of an Imam and the concept of a Prophet…which is fishy..

What do you think? have I judged wrongly?

yes akhi you are correct. i have noticed lots of deception and lies too and in my nature i always loathed lies. i mean i was a shia and still i was called nasibi by some so i can imagine what they think of sunnis. not all of them though as there’s some good elements but they are the exception. when it comes to beliefs they do everything they can to appear right. in normal day to day life i believe you can have shia friends but u must leave religion out of it otherwise it ends sour. i saw your post about me (the latest) and you are correct as i repented inshallah allah forgive me and bless me and you and our families and all muslims and good people. May allah forgive me for what i did and said against sayida aicha and many sahabah ridhwan allahi alaihim ajmaeen. 
pray for me akhi as i am very ill and need your prayers jazakallahu khairan
by the way i am not ash’ari but just sunni maliki who follows his heart far away from deviances of many sufis may allah forgive them and i am not a salafi in the modern sense of the word. I am just a moderate sunni or trying to be one. May allah forgive me and help me and all muslims. ameen. love . your brother walid

terjemah bagian yang di bold:

Saya telah lihat tulisan kamu tentang saya dan kamu benar bahwa saya telah bertaubat insyaAllah, Semoga Allah mengampuni saya dan memberkati saya dan kamu anda keluarga kita dan seluruh muslim dan orang-orang yang baik. Semoga Allah mengampuni saya atas apa yg telah lakukan dan katakan untuk menentang sayyidah aisyah dan banyak shahabat ridhwan allahi alaihim ajmaeen. Doakan saya, karena saya sangat sakit/menderita dan saya butuh doa kamu. Jazakallahu khairan

I’ll post that last one

brother please convey this ” before Allah most high i repent from insulting or doing takfeer upon any muslim who says la ilaha illa allah mohamed rasool allah. i ask people i insulted or said bad things to them to forgive me and this is from the bottom of my heart and allah is my witness that i am telling the truth. One thing i hope sunnis do: don’t let your hatred for many shias today or all of them push you towards unintentional disrespect towards ahlbait. as sunnis we love sahabah and ahlbait and were ordered to do so. alhamdulilleh for the “ni3ma” of islam that allah gave

It’s time for Maghrib prayer, we’ll make Du`a for you insha-Allah so that the Lord of the majestic throne can heal you with a healing that leaves behind no outward or inward aliment.

– END –

Pernyataan ini telah dikonfirmasi oleh Wasil sendiri di Di forum ini wasil adalah salah satu Administrator/Admin. Berikut kutipannya:

Topik: Is it true Wasil has become a sunni again?

Submission: Aslam alaikum

On HCY site today, Hani claims he spoke to Wasil & he has come back to the path of sunnis again. Is this true bro Wasil?

Terjemah: di website HCY hari ini, Hani mengklaim bahwa dia berbicara kepada wasil dan wasil berkata kepadanya bahwa dirinya telah kembali kepada jalan sunni. Apakah ini benar sdr. Wasil?

Wasil: yes brother it’s true. I am still your brother but a sunni one. i am not saying what’s right or wrong but i was born a sunni and this side of me outweighed the acquired side in the end. I still think ali(as) is superior to all after rasool allah(saww) but i am a sunni. please understand my brothers.

Terjemah: Iya saudaraku, itu benar. Saya masih saudaramu tetapi dari sunni. Saya tidak mengatakan yang mana yang benar atau salah tetapi saya telah lahir sebagai sunni dan sisi saya ini lebih berat pada akhirnya. Saya masih berfikir bahwa ali(as) di atas semua (shahabat) setelah rasoolallah (saw) tetapi saya seorang sunni. Mohon pengertiannya saudaraku.

zulfeqar: Brother wasil, praising abu bakar , or omar does not make one sunni or shia. but the belief in 12 imam does. So do you still believe or not in 12 imam starting from Imam Ali as.

Terjemah:Saudara wasil, memuliakan abu bakr atau omar tidak membuat seseorang sunni atau shia. Tetapi kepercayaan kepada 12 imam yang membuat itu. Maka apakah kamu masih percaya atau tidak terhadap 12 imam dimulai dari imam Ali as.

Wasil: I prefer Ali(as) to all after rasool allah and i respect and love the imams but i am not a shia anymore. brother we go a long way back and i love you from the bottom of my heart so please respect my choice akhi. Isn’t it enough that i am your muslim brother and friend ?please brother understand me

Terjemah: Saya lebih kepada Ali(as) atas semuanya setelah rasool allah dan saya menghormati dan mencintai para imam tetapi saya bukan syiah lagi. Saudaraku, kita telah pergi jauh jalan kembali dan saya mencintaimu dari lubuk hatiku terdalam maka tolong hormati pilihan saya saudaraku. Apakah tidak cukup bahwa saya adalah saudara muslim mu dan teman? Tolong saudaraku, fahami aku.

Ibn Hasan (Admin): No brother it is not about Loving Shia Imams even sunni loves them very few though(all Imam i mean)..what about following them..please be open please tell us what belief u have drop

Terjemah: Bukan saudaraku, ini bukan tentang mencintai para imam syiah bahkan sunni mencintai  mereka meskipun sedikit.. bagaimana tentang mengikuti mereka..tolonglah terbuka dan katakan kepada kami tentang keyakinan yang telah engkau tinggalkan.

Wasil: they were role models but i don’t believe they are masoom. I can follow them as pious people: their akhlaq and their ways and their love for islam and muslims. Brother please understand me: i am your sunni brother and this is my choice after a lot of thinking!. i don’t care who is right and wrong but i am at peace with myself being a sunni. My heart led me back to sunnism akhi. you are a civilised person and a good friend so please respect my choice akhi

Terjemah:Mereka adalah tokoh panutan tetapi saya tidak percaya bahwa mereka ma’sum. Saya dapat mengikuti mereka sebagai orang yang shalih, akhlak mereka, jalan mereka dan cinta mereka kepada islam dan kaum muslim. Saudaraku tolong fahami saya: saya adalah saudara sunni mu dan ini adalah pilihanku setelah pemikiran yang panjang! Saya tidak peduli siapakah yang benar dan salah tetapi saya merasa damai dengan diri saya sebagai sunni. Hati saya menuntuk kembali kepada sunni. Kamu adalah orang yang beradab dan teman yang baik maka tolong hormati pilihan saya saudaraku.

Ibn Hasan(Admin): Ok brother please give me your definition of Sunnism and Shiaism…I believe your are really confused..and i am confused too..what are difference between both sect accd to you

Terjemah:Ok saudaraku, tolong berikan kepada saya pengertian dari Sunnism dan Shiaism. Saya yakin kamu sangat kebingungan..dan saya juga bingung..apakah perbedaan 2 sekte tersebut menurut pendapatmu

zulfeqar: i believe we dont disturb wasil. He is a nice man. and there is no much difference remains whether one believe in shia or sunni madhab if we all believe in superiority of imam ali over all and belief in 12th imam al mahdi.
Wasil is a brave man, who question his beliefs when clashed with reason. He was better than many sunnis when he was shia and he is better than many shias when he is now sunni. I wish him good luck.
however, one question remain how to go about this forum. Will everything remain the same and we carry in the same spirit which i believe we should. but i dont know about wasil.

Terjemah:Bagaimanapun, satu pertanyaan tertinggal, bagaimana dengan nasib forum ini. Apakah semuanya akan sama dan kita membawa semangat yang sama yang kita harus yakini. Tetapi saya tidak mengetahui bagaimana dengan wasil  >>> Orang ini mempertanyakan status wasil yang menjadi Admin di forum!!

wasil: if u want i can carry on the best i can meaning if you ask me about hadith i will tell you if it’s sahih or not according to shias(if the) hadith is shia or according to sunnis if the hadith is sunni.
i’d rather have shias who are far away from ghulu even if i disagree with them than ghulat.

Terjemah: Jika kamu mau, saya bisa memberikan yang terbaik, saya bisa menjelaskan apabila kamu bertanya mengenai hadist. Saya akan beritahu apakah hadist tersebut shahih atau tidak berdasarkan syiah jika hadist itu dari syiah atau berdasarkan sunni jika hadist itu dari sunni.

Kemudian lawan debatnya, Farid bertanya kepada Hani: #46 Posted 22 May 2012 – 08:49 PM

Knowing Walid, he is his own man, and will not get attached to anyone’s definition of Sunnism other than his own. So, out of curiosity, Hani, have you had a chance to ask Walid what was his stance regarding Sunni hadith compilations? How about Shia hadith compilations? Are those acceptable for him as well? Does he find the hadiths of Abu Huraira to be acceptable?

Either way, I am glad Walid has made this decision, even if nothing has changed other than his view regarding the isma of the Imams, that is still more than satisfying for me.


Mengenal walid, dia adalah dirinya sendiri, dan tidak akan terikat kepada definisi seseorang tentang pemahaman sunni melainkan dari pendapatnya sendiri. Maka, saya penasaran, Hani, apakah kamu berkesempatan bertanya kepada walid tentang pendiriannya tentang kompilasi hadist syiah? Bagaimana dengan kompilasi hadist syiah? apakah semua itu diterima oleh dia juga? Apakah ia berkesimpulan bahwa hadist dari Abu Hurairah dapat diterima?

Bagaimanapun, saya senang dengan walid telah membuat keputusannya, walaupun tidak ada yang berubah dengan pandangannya mengenai  isma para imam, itu sudah lebih memuaskan bagi saya.

Jawaban wasil/walid dari hani:

the reason is that I coudln’t cope with the emotional conflict anymore. some sahabah and ummahatol momineen ridhwan allahi alaihim i was brought up to love and cherish since childhood and i found myself attacking them and that hurt me too much and also the cursing that became a religion really put me off big deal. adding to this that i always believed that the purpose of our creation is to worship allah through islam and i thought: why wouldn’t i follow a simple more straightforward islam where i don’t lose neither ali(as) and ahlbait or sahabah ridhwan allahi alaihim. My aqeedah is simple : belief in Allah and his prophets and messengers and his angeels and the paradise and hell and qadha and qadar etc all this without any philosophical trauma and too deep analysis that only gives me headache and doubt. sunnism is more inclusive and simple.I know Farid is expecting an academic answer but there’s no secrets formulas i just followed my heart. wallahu alam and may he have mercy on me


Alasannya karena dengan ini saya tidak mengalami konflik emosi lagi. Beberapa shahabat dan ummahatul mu’miniin ridhwan allahi alaihim , sejak kecil saya diajarkan mencintai dan menghargainya dan saya temukan pada diri saya menentang mereka dan ini sangat menyakiti saya dan juga melaknat dijadikan sebagai bagian dari agama benar-benar membuat masalah besar. Karena itu saya selalu percaya bahwa tujuan dari penciptaan adalah beribadah kepada Allah melalui islam dan saya pikir: Kenapa kita tidak mengikuti jalan islam yang sederhana dimana saya tidak kehilangan baik ali(as) dan ahlulbayt atau shahabat ridhwan allahi alaihim. Aqidah saya sederhana: Percaya kepada Allah, nabi dan rasulnya, malaikatnya dan surga dan neraka dan qadha dan qadar etc semuanya tanpa trauma filosofi dan analisa mendalam yang hanya membuahkan sakit kepala dan keragu-raguan. Pemahaman sunni adalah lebih inklusif dan sederhana. Saya tau Farid berharap akan jawaban yang lebih akademik tetapi memang tidak ada formula rahasia, saya hanya mengikuti kata hati. Wallahu alam dan Semoga Allah mengasihi saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:


You are commenting using your account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )


Connecting to %s