Bingkai

Yang termuat di bingkai itu,

Adalah reruntuhan,

Dan puing-puing bertebar dalam jejak lalunya,

Singgah dihatimu, sungguhlah rumit,

Menangkap manja bibirmu, menjadi kaku,

Sementara kumbang dan sari bunga lihai menukar mesra,

Aku bercerita pada syahdunya;

Oo..seandainya,

kisahku adalah ia,

maka tak perlu lagi luka lara,

Yang terlihat dibingkai itu,

adalah aku,

dalam cermin hidup kupu-kupu,

Yang pahit dan bahagia,

menjadi roda kemestian,

Dan semesta,

hanya menjala takdirnya..

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s